Kamis, 27 Februari 2020

m. jarim


Artikel ini ditulis oleh: M. Jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor, tahun 2020.

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih diberikan oleh allah kenikmatan berupa kesehatan sehingga kita dapat belajar kembali mengenai ilmu ilmu Al-Qur’an (Ulumul Al-Qur’an). Kali ini kami akan pelajaran Ulumu Al-Qur’an yaitu Asbab Al-Nuzul.
Sebelum kita melangkah lebih jauh mengenai Asbab Al-Nuzul alangkan baiknya kita terlebih dulu mengetahuai definisi Asbab Al-Nuzul.
1.      Definisi Asbab Al-Nuzul

Jadi dari beberapa buku yang telah kami baca bahwa Nuzul Al-Qur’an atau yang di Indonesia sering di tulis Nuzulul Qur’an terdiri dari dua kata, yakni Nuzul dan Qur’an. Kata Nazala itu sendiri dalam bahasa arab berarti الهبوط من علوا الي سفل yakni, meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Nah Di dalam hubungannya dengan pembahasan Nuzul Al-Qur’an, disni saya mengutip perkataan syekh Abd Al-Wahhab Abd Al-Majid Ghazlan didalam Al-Bayan fi Mabahitsi ‘Ulum Al-Qur’an-nya, yang dimaksud dengan nuzul disini adalah turunnya sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dan sesuatu itu tidak lain adalah Al-Qur’an. Hanya kemudian syekh Ghazlan berkomentar, “oleh karena yang turun itu bukan berbentuk fisik, maka pengertian Nuzul disini bisa mengandung pengertian kiasan (majazi), dan apabila yang dimaksud turun adalah lafaz, maka nuzunn berarti AL-Ishal (penyampaian) dan Al-I’lam (penginformasian).
Akan tetapi dari buku yang saya baca tentang Ulumul Qur’an karya Dr. Fahd Bin Abdurrahman Ar-Rumi mangatakan bahwasanya yang dimaksud dengan Asbab Al-Nuzul adalah “peristiwa yang melatarbelakangi  pada saat turunnya Al-Qur’an”. Seperti peristiwa yang terjadi saat turunnya Al-Qur’an, lalu turun satu atau beberapa ayat yang menjelaskan hukum pada peristiwa tersebut; atau seperti pertanyaan yang dihadapkan kepada Rasul SAW., lalu turunlah satu ayat atau beberapa ayat dari Al-Qur’an, yang didalamnya terdapat jawabannya.

2.      Sebab turunnya ayat Al-Qur’an
berkaitan dengan sabab sebab turunnya ayat Al-Qur’an. Bisa saya katakan peristiwa Nuzulnya ayat Al-Qur’an ada dua macam. Pertama, ayat yang diturunkan tanpa ada keterkaitannya dengan sebab tertentu, hanya semata-mata sebagai hidayah bagi manusia. Kedua, ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan lantaran adanya sebab atau kasus tertentu misalnya, pertanyaan yang diajukan oleh umat islam atau bukan orang islam kepada Rasulullah Saw. Atau adanya kasus tertentu yang memrlukan jawaban sebagai sikap syariat islam terhadap kasus tersebut. Ayat-ayat semacam inilah yang dibahas dalam kaitannya dengan pembicaraan Asbab Al-Nuzul.
Dan begitu juga para pakar ilmu-ilmu Al-Qur’an, misalnya Syekh Abd Al-‘Azhim Al-Zarqaniy dalam Manahil Al-Irfan-nya mendefinisikan sebab sebab turunnya Al-Qur’an sebagai kasus atau sesuatu yang terjadi yang ada hubungannya dengan turunnya ayat, atau ayat-ayat Al-Qur’an sebagai penjelasan hukum pada saat terjadinya kasus tertentu.
3.      Faedah mengetahui dan mempelajari Asbab Al-Nuzaul
Karena ilmu Asbab Al-Nuzul ini sangat penting dalam pandangan ulama, maka pasti ada faedah dari mempelajarinya, dari beberapa buku Ulumul Al-Qur’an yang telah saya baca ada beberapa faedah manfaat mempelajarinya di antaranya:
1.      Mengetahui hikmah Allah secara yakin mengenai semua masalah yang diisyaratkan melalui wahyu atau ayat-ayat yang dinuzulkannya, baik bagi orang yang sudah beriman maupun yang belum beriman.
2.      Membantu memahami kandungan Al-Qur;an, sekaligus menghilangkan keragu-raguan dalam memahaminya.
3.      Dapat mengkhususkan hukum pada sebab menurut ulama ulama yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab, bukan keumuman lafaz  العبرة بخصوص السبب لا بعموم اللفظ.
4.      Dapat mengetahui bahwa sebab nuzul ayat tidak pernah keluar dari hukum yang terkandung dalam ayat tersebut.
5.      Membantu mempermudah penghapalan dan pemahaman.

Refrensi artikel:
1.      Ulumul Qur’an, karya Dr. Fahd Abdurrahan Ar-Rumi
2.      Ulumul Qur’an, Karya Drs. Supiana, M. Ag. dkk
3.      Ulumul Qur’an, karya Dr. Acep Hermawan, M. Ag.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar